Bahasa Indonesia
Run Chart: Cara Membuat dan Membacanya, Lengkap dengan Contoh

Turn this article into takeaways for your work.
Each assistant summarizes the article only for you and suggests best practices for your work.
Run chart adalah grafik garis dari satu ukuran yang diplot berurutan waktu, dengan garis median di tengahnya. Anda membacanya dengan empat aturan sederhana (shift, tren, run, titik astronomis) yang memisahkan perubahan nyata dari naik-turun yang wajar. Membuatnya hanya butuh sepuluh menit, tidak memerlukan perangkat lunak statistik, dan hasilnya memberi tahu apakah perubahan yang Anda lakukan benar-benar berhasil.
Apa Itu Run Chart?
Run chart memplot sebuah ukuran dari waktu ke waktu. Waktu berada di sumbu horizontal, sesuai urutan pengumpulan data. Ukurannya berada di sumbu vertikal: persentase, jumlah, menit, atau dolar. Titik-titiknya dihubungkan dengan garis, dan garis median membentang di tengah sebagai garis pusat.
Hanya itu alatnya. Dan alat ini lebih berguna daripada kelihatannya, karena sebagian besar laporan menyembunyikan satu hal yang perlu dilihat tim: apa yang terjadi dalam urutan apa.
Bayangkan dua unit yang sama-sama melaporkan rata-rata waktu siklus yang sama setelah perubahan proses. Satu unit sudah membaik sebelum perubahan. Unit lainnya membaik selama tiga minggu lalu merosot kembali. Diagram batang rata-rata menampilkan keduanya sebagai identik. Run chart menampilkannya sebagai dua cerita yang sama sekali berbeda. Perla, Provost, dan Murray menyampaikan hal ini dalam makalah mereka tentang run chart sebagai alat analitis: data yang dilihat dari waktu ke waktu menghasilkan kesimpulan yang lebih kaya dan lebih akurat daripada statistik ringkasan yang mengabaikan urutan waktu.
Run chart termasuk dalam keluarga tujuh alat mutu dasar dan langsung mengarah ke pengendalian proses statistik. Anggaplah run chart sebagai anak tangga pertama dan teringan pada tangga itu.
Fakta Utama
- Run chart memplot satu ukuran berurutan waktu dengan median sebagai garis pusat, menurut pelajaran run chart IHI Open School.
- Makalah BMJ Quality & Safety karya Perla, Provost, dan Murray memaparkan tiga aturan berbasis probabilitas (shift, tren, run) pada tingkat kesalahan 5%, ditambah aturan keempat yang subjektif untuk titik astronomis.
- Shift adalah enam titik berurutan atau lebih di satu sisi median. Tren adalah lima titik berurutan atau lebih yang semuanya naik atau semuanya turun.
- Aturan shift dan run baru berlaku bila titik datanya lebih dari 10.
- Run chart tidak dapat membuktikan bahwa suatu proses stabil. Hanya control chart yang bisa.
Mengapa Tim Memakai Run Chart
Tiga alasan terus muncul dalam praktik.
Run chart mencegah reaksi berlebihan. Orang cenderung bereaksi berlebihan atau kurang terhadap titik data terbaru, lalu mulai mengutak-atik proses yang sebenarnya tidak berubah. Para penulis makalah tersebut menggambarkan kebiasaan yang persis sama pada dasbor dan laporan dewan direksi. Run chart memberi tim cara yang disepakati untuk berkata "itu noise" atau "itu sinyal."
Run chart menguji perubahan. Jika Anda mengubah sesuatu pada hari Senin, grafik seharusnya menunjukkan data bergeser setelah hari Senin. Jika tidak, perubahan itu kemungkinan tidak melakukan apa yang Anda harapkan.
Run chart nyaris tidak membutuhkan apa pun. Tanpa batas kendali, tanpa simpangan baku, tanpa konstanta dari tabel. Spreadsheet dan fungsi median sudah cukup. Itu menjadikannya alat yang tepat bagi tim yang belum pernah memakai grafik, dan bagi proyek yang baru punya data beberapa minggu.
Run Chart vs Control Chart
Keduanya memplot data dari waktu ke waktu. Namun keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.

| Fitur | Run chart | Control chart |
|---|---|---|
| Garis pusat | Median | Mean (rata-rata) |
| Batas | Tidak ada | Batas kendali atas dan bawah |
| Aturan sinyal | Shift, tren, run, titik astronomis | Titik di luar batas, run, tren, aturan zona |
| Matematika yang dibutuhkan | Hampir tidak ada | Rata-rata, rentang atau simpangan baku, konstanta |
| Data yang dibutuhkan | Aturan berlaku bila titik lebih dari 10 | Data baseline lebih banyak untuk menetapkan batas |
| Dapatkah membuktikan proses stabil? | Tidak | Ya |
| Paling cocok untuk | Pembelajaran awal, pengujian perubahan, dataset kecil | Pemantauan berkelanjutan atas proses yang Anda kelola |
Makalah BMJ lugas soal batasannya: run chart dibuat untuk mendeteksi perbaikan atau penurunan sejak dini, tetapi tidak dapat menentukan apakah suatu proses stabil dalam pengertian Shewhart. Para penulisnya bahkan menyarankan agar istilah "special cause," "common cause," "stable," dan "unstable" dihindari pada run chart dan disimpan untuk control chart. Contoh mereka adalah sebuah run chart yang sama sekali tidak menunjukkan sinyal, sementara data yang sama pada control chart justru mengungkap special cause.
Jadi aturan praktisnya sederhana. Mulailah dengan run chart. Ketika Anda siap mengelola proses untuk jangka panjang, atau ketika run chart mengisyaratkan sesuatu yang perlu Anda pastikan, beralihlah ke control chart.
Empat Aturan Run Chart
Aturan-aturan inilah yang mengubah garis berliku menjadi bukti. Tanpa aturan yang disepakati, kata seperti "shift" dan "tren" dipakai secara longgar demi mendorong percakapan.

Aturan 1: Shift
Enam titik berurutan atau lebih, semuanya di atas atau semuanya di bawah median. Titik yang jatuh tepat pada median tidak menambah maupun memutus sebuah shift. Lewati titik itu dan lanjutkan menghitung.
Shift berarti proses telah menetap pada level baru. Inilah sinyal yang Anda harapkan setelah perbaikan.
Aturan 2: Tren
Lima titik berurutan atau lebih, semuanya naik atau semuanya turun. Jika dua titik berurutan atau lebih bernilai sama, hitung hanya yang pertama dan abaikan pengulangannya. Nilai yang sama tidak membentuk maupun memutus tren.
Tren berarti proses bergeser terus-menerus ke satu arah. Dua titik yang naik bukan tren, dan empat titik pun bukan.
Aturan 3: Run (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
Run adalah rangkaian titik berurutan di satu sisi median. Hitung run dengan menghitung berapa kali garis penghubung memotong median, lalu tambahkan satu.
Jika data digerakkan murni oleh kebetulan, titik-titik seharusnya melintasi median dengan keteraturan tertentu. Run yang terlalu sedikit berarti data bertahan terlalu lama di satu sisi. Run yang terlalu banyak berarti data bergerak zig-zag lebih sering daripada yang dihasilkan kebetulan, yang bisa menunjukkan adanya sesuatu yang sistematis seperti siklus berulang.
Untuk menilainya, hitung titik yang tidak jatuh pada median dan bandingkan jumlah run Anda dengan tabel berikut, yang menurut makalah BMJ didasarkan pada risiko sekitar 5% gagal uji run untuk pola acak:
| Titik yang tidak berada pada median | Terlalu sedikit bila kurang dari | Terlalu banyak bila lebih dari |
|---|---|---|
| 10 | 3 | 9 |
| 12 | 3 | 11 |
| 14 | 4 | 12 |
| 16 | 5 | 13 |
| 18 | 6 | 14 |
| 20 | 6 | 16 |
| 22 | 7 | 17 |
| 24 | 8 | 18 |
| 26 | 9 | 19 |
| 28 | 10 | 20 |
| 30 | 11 | 21 |
| 32 | 11 | 23 |
| 34 | 12 | 24 |
| 36 | 13 | 25 |
| 38 | 14 | 26 |
| 40 | 15 | 27 |
Tabel lengkap dalam makalah mencakup setiap jumlah dari 10 sampai 60 titik. Jika jumlah titik Anda ganjil, gunakan baris untuk angka tersebut dari tabel aslinya.
Aturan 4: Titik astronomis
Titik yang jelas, bahkan mencolok, berbeda dari yang lain, sehingga semua orang yang melihat grafik akan sepakat bahwa titik itu tidak biasa. Ini satu-satunya aturan yang subjektif. Pelajaran IHI menyebutnya uji pandang mata, bukan penentuan statistik pada run chart.
Jangan menyamakannya dengan titik tertinggi atau terendah. Setiap run chart memilikinya. Titik astronomis adalah nilai yang membuat Anda bertanya "apa yang terjadi di sana?" Periksa apakah ada kesalahan data atau peristiwa khusus. Jika Anda menginginkan jawaban statistik, plot data pada control chart.
Berapa banyak titik yang dibutuhkan?
Aturan shift dan run membutuhkan lebih dari 10 titik sebelum berlaku, menurut makalah BMJ. Dengan data yang sangat sedikit, median itu sendiri mungkin tidak berguna. Para penulis mencatat bahwa run chart masih bisa berguna dengan hanya tiga atau empat titik (misalnya pasien yang melacak tes tahunan) sebagai gambaran awal arah, hanya saja tanpa aturan formal.
Cara Membuat Run Chart: Langkah demi Langkah
Langkah 1: Pilih satu ukuran
Pilih sesuatu yang penting dan dapat dihitung dengan cara yang sama setiap kali. "Waktu persetujuan faktur dalam hari" cocok. "Efisiensi keuangan" tidak. Tuliskan dengan tepat bagaimana ukuran itu diukur, termasuk apa yang dihitung dan apa yang dikecualikan, supaya angka bulan depan bermakna sama.

Langkah 2: Pilih satuan waktu
Sesuaikan interval dengan seberapa sering proses berjalan dan seberapa cepat Anda menginginkan umpan balik. Harian untuk service desk yang sibuk, mingguan untuk persetujuan faktur, per batch untuk produksi. Jaga agar intervalnya tetap.
Langkah 3: Kumpulkan sedikitnya 12 titik data
Upayakan lebih dari 10 agar aturan dapat berlaku. Jika prosesnya lambat, misalnya laporan bulanan, Anda mungkin harus mulai dengan lebih sedikit dan memakai grafik hanya untuk melihat arah.
Langkah 4: Plot titik berurutan waktu
Waktu di sumbu horizontal, yang paling awal di sebelah kiri. Letakkan ukuran di sumbu vertikal, beri label pada keduanya, lalu hubungkan titik-titiknya.
Langkah 5: Hitung dan gambar median
Urutkan nilai-nilainya dan ambil nilai yang di tengah. Jika jumlahnya genap, rata-ratakan dua nilai tengah. Gambar sebagai garis horizontal yang melintasi seluruh grafik. Banyak tim memakai fungsi spreadsheet untuk ini, tetapi layak dilakukan dengan tangan sekali agar Anda tahu apa itu.
Langkah 6: Tetapkan baseline dan bekukan median
Makalah BMJ menyarankan agar median awal dibuat dari data baseline. Jika baseline tidak menunjukkan sinyal, perpanjang (bekukan) median itu ke masa depan agar data baru tidak dapat menarik garis ke arah mereka. Perubahan pun terlihat jelas dibandingkan dengan baseline.
Langkah 7: Terapkan keempat aturan
Periksa shift, tren, run, dan titik astronomis dalam urutan itu. Tandai setiap sinyal langsung pada grafik. Beri anotasi tanggal setiap perubahan proses agar pembaca dapat menghubungkan sebab dan akibat.
Langkah 8: Putuskan tindakannya
Sinyal setelah perubahan adalah bukti bahwa perubahan itu berhasil (atau gagal). Sinyal tanpa penyebab yang diketahui adalah dorongan untuk menyelidiki. Tidak ada sinyal berarti jangan bereaksi. Lalu teruslah memplot. Run chart membuktikan manfaatnya lewat pengulangan di dalam siklus PDCA, tempat setiap uji perubahan mendapat anotasinya sendiri.
Contoh Kerja: Waktu Persetujuan Faktur
Contoh ini bersifat ilustratif. Sebuah tim keuangan melacak rata-rata hari untuk menyetujui faktur vendor, satu titik per minggu.

Minggu 1 sampai 12 (baseline): 6.1, 5.8, 6.4, 5.9, 6.6, 6.0, 5.7, 6.3, 6.2, 5.9, 6.5, 6.0
Median baseline adalah 6.05 hari. Garis memotong median sebanyak 9 kali, menghasilkan 10 run dari 12 titik. Tabel menyatakan terlalu sedikit bila di bawah 3 dan terlalu banyak bila di atas 11, jadi 10 run tergolong wajar. Tidak ada sinyal. Proses berfluktuasi di sekitar 6 hari secara kebetulan, yaitu situasi yang tepat untuk membekukan median dan menguji perubahan.
Pada minggu ke-13, tim memperkenalkan aturan: faktur di bawah nilai tertentu disetujui otomatis jika purchase order cocok.
Minggu 13 sampai 24: 5.6, 5.4, 5.7, 5.3, 5.5, 5.2, 5.4, 5.1, 5.3, 5.0, 5.2, 5.1
Keseluruhan 12 titik baru berada di bawah median beku 6.05. Menghitung mundur, minggu ke-12 (6.0) juga berada di bawahnya, sehingga ada 13 titik berurutan di bawah median. Aturan 1 hanya meminta enam. Itu shift yang jelas.
Perhatikan apa yang bisa dan tidak bisa dikatakan tim. Mereka bisa mengatakan bahwa proses menetap pada level yang lebih rendah setelah perubahan. Mereka tidak bisa mengatakan proses itu "stabil" dalam pengertian control chart, dan tidak boleh mengklaim penghematan melebihi apa yang ditunjukkan data hari. Jika mereka ingin memantau level baru itu tanpa batas waktu, langkah berikutnya adalah control chart yang dibangun dari data setelah perubahan.
Contoh Run Chart Berdasarkan Fungsi
Grafik yang sama berlaku di mana pun sebuah angka keluar dari proses yang berulang. Ini adalah skenario ilustratif.
| Fungsi | Ukuran yang diplot | Perubahan yang diuji | Arti sebuah shift |
|---|---|---|---|
| Operasional | Waktu dari pesanan hingga pengiriman (jam) | Tata letak daftar ambil yang baru | Waktu pengiriman menetap pada level yang lebih cepat |
| Layanan pelanggan | Waktu respons pertama (menit) | Jadwal triase per topik | Waktu respons turun dan bertahan di sana |
| Penjualan | Hari dari proposal hingga keputusan | Template proposal standar | Deal ditutup dalam siklus baru yang lebih pendek |
| HR | Hari untuk mengisi posisi terbuka | Panggilan penyaringan terstruktur | Time-to-fill turun ke level baru |
| Keuangan | Hari untuk menutup pembukuan | Batas akrual yang lebih awal | Penutupan akhir bulan konsisten lebih singkat |
| Perangkat lunak | Defect yang lolos per rilis | Menambahkan daftar periksa code review | Lebih sedikit defect yang sampai ke produksi |
| Layanan kesehatan | Persentase pasien yang dilayani dalam target | Alur check-in baru | Kepatuhan naik ke level yang lebih tinggi |
| Mutu | Persentase unit yang cacat | Pengaturan mesin yang disesuaikan | Tingkat cacat bergeser di bawah median lama |
Dalam setiap kasus, grafik menjawab dua pertanyaan yang sama: apakah data bergerak, dan apakah data bergerak setelah perubahan?
Template Run Chart
Salin tabel ini ke spreadsheet dan isi. Tambahkan grafik garis untuk kolom Nilai, lalu tambahkan median sebagai seri kedua yang datar.
| Periode | Tanggal | Nilai | Di atas atau di bawah median (A / B / T) | Catatan perubahan atau peristiwa |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 | ||||
| 6 | ||||
| 7 | ||||
| 8 | ||||
| 9 | ||||
| 10 | ||||
| 11 | ||||
| 12 |
Dan daftar periksa kecil untuk disimpan di sampingnya:
| Pemeriksaan | Ya / Tidak |
|---|---|
| Ukuran memiliki definisi tertulis | |
| Interval waktu tetap | |
| Lebih dari 10 titik diplot | |
| Median dihitung dari baseline dan dibekukan | |
| Shift (6+ di satu sisi)? | |
| Tren (5+ naik atau turun terus-menerus)? | |
| Run di luar batas tabel? | |
| Adakah titik astronomis yang diperiksa? | |
| Perubahan proses diberi anotasi tanggal |
Do dan Don't
Lakukan
- Plot data sesuai urutan kejadiannya, dengan sumbu waktu yang jelas.
- Tuliskan apa yang Anda ukur dan bagaimana mengukurnya.
- Bekukan median baseline sebelum menguji perubahan.
- Beri anotasi pada perubahan, hari libur, dan peristiwa tak biasa langsung di grafik.
- Gunakan aturan yang sama setiap kali agar semua orang membaca grafik dengan cara yang sama.
- Beralihlah ke control chart ketika Anda perlu membuktikan stabilitas.
Jangan
- Jangan bereaksi terhadap satu titik. Satu nilai tinggi atau rendah bukanlah sinyal.
- Jangan memakai istilah "stable" atau "special cause" pada run chart.
- Jangan menghitung titik yang berada tepat pada median ke dalam shift atau run.
- Jangan menganggap titik tertinggi atau terendah sebagai titik astronomis secara otomatis.
- Jangan menerapkan aturan median ketika setengah atau lebih titik Anda berada pada nilai ekstrem seperti 0% atau 100%. Makalah BMJ mencatat bahwa median menjadi nilai ekstrem itu sendiri, sehingga aturan menjadi tidak berguna.
- Jangan mengubah median setiap minggu. Itu menggagalkan tujuan adanya baseline.
Tempat Run Chart di Antara Alat Mutu Lain
Run chart jarang bekerja sendirian.
- Check sheet sering menjadi tempat asal hitungan mentah sebelum Anda memplotnya dari waktu ke waktu.
- Analisis Pareto memberi tahu masalah mana yang sebaiknya diplot lebih dulu.
- Histogram menunjukkan bentuk dari data yang sama tetapi membuang urutan waktu, yang justru dipertahankan oleh run chart.
- Scatter diagram membantu ketika Anda menduga variabel lain menggerakkan shift yang telah Anda temukan.
Langkah Selanjutnya
Pilih satu ukuran yang sudah Anda laporkan setiap minggu. Ambil dua belas nilai terakhir, cari mediannya, dan gambar garisnya. Setidaknya, untuk pertama kalinya Anda akan melihat apakah angka itu benar-benar bergerak atau apakah tim Anda selama ini bereaksi terhadap noise.
Ketika run chart mulai memberi jawaban yang ingin Anda andalkan, langkah alami berikutnya adalah control chart di dalam praktik pengendalian proses statistik yang lebih luas.

Customer Success Operations Manager
On this page
- Apa Itu Run Chart?
- Mengapa Tim Memakai Run Chart
- Run Chart vs Control Chart
- Empat Aturan Run Chart
- Aturan 1: Shift
- Aturan 2: Tren
- Aturan 3: Run (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
- Aturan 4: Titik astronomis
- Berapa banyak titik yang dibutuhkan?
- Cara Membuat Run Chart: Langkah demi Langkah
- Langkah 1: Pilih satu ukuran
- Langkah 2: Pilih satuan waktu
- Langkah 3: Kumpulkan sedikitnya 12 titik data
- Langkah 4: Plot titik berurutan waktu
- Langkah 5: Hitung dan gambar median
- Langkah 6: Tetapkan baseline dan bekukan median
- Langkah 7: Terapkan keempat aturan
- Langkah 8: Putuskan tindakannya
- Contoh Kerja: Waktu Persetujuan Faktur
- Contoh Run Chart Berdasarkan Fungsi
- Template Run Chart
- Do dan Don't
- Tempat Run Chart di Antara Alat Mutu Lain
- Langkah Selanjutnya