6 langkah menulis SMART goals untuk bisnis Anda

Apakah Anda kesulitan menetapkan tujuan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti, serta tidak tahu harus mulai dari mana? SMART model mungkin adalah jawaban atas masalah Anda. Menerapkan prinsip ini memungkinkan Anda menetapkan tujuan yang cerdas dan terukur, serta dengan cepat meningkatkan kinerja pribadi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi SMART model dan panduan implementasinya.
Apa itu SMART goals?
George T. Doran, seorang konsultan manajemen, pertama kali memperkenalkan istilah SMART dalam sebuah makalah penelitian yang diterbitkan di jurnal Management Review pada November 1981.
SMART adalah sekumpulan kriteria untuk menetapkan tujuan. Akronimnya adalah singkatan dari:
- S (Specific): Didefinisikan dengan jelas dan spesifik.
- M (Measurable): Dapat dikuantifikasi atau diukur.
- A (Achievable): Dapat dicapai dan realistis.
- R (Relevant): Relevan dengan tujuan yang lebih besar.
- T (Time-bound): Memiliki batas waktu yang jelas.

Manfaat model penetapan SMART goals
SMART model disukai karena mudah diingat, sederhana digunakan, dan efektif dalam menetapkan tujuan. Model ini digunakan secara luas baik dalam lingkungan profesional maupun personal.
SMART membantu Anda mendefinisikan tujuan dengan jelas, menghindari ambiguitas saat meninjau atau mengomunikasikannya kepada tim Anda. Kejelasan ini membantu membentuk gambaran lengkap tentang tujuan Anda, memungkinkan Anda menggunakan sumber daya yang tepat dan menghilangkan yang tidak relevan.
Menerapkan SMART model mempercepat perencanaan strategis dan meningkatkan akurasi bagi bisnis dan manajer, memberikan arahan yang jelas kepada tim untuk selaras dengan tujuan bersama. Selain itu, memiliki tujuan yang spesifik dan terukur meningkatkan motivasi, karena individu dapat melihat kemajuan dan pencapaian mereka. Kerangka kerja yang terdefinisi dengan baik untuk melacak dan menilai efektivitas semakin memperkuat motivasi ini.
Ketika diterapkan dengan tepat, SMART model menjadi alat yang ampuh untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja karyawan selama pekerjaan tim atau spesialisasi.
"Penetapan tujuan dan pengembangan rencana aksi masing-masing adalah langkah paling kritis dalam proses manajemen perusahaan."
- George T. Doran
5 elemen SMART
Specific (Spesifik)
Saat menggunakan SMART model, tujuan Anda harus spesifik, bukan luas. Anda tidak berusaha mencapai keberhasilan dalam setiap inisiatif, melainkan memastikan keberhasilan proyek tertentu. Tujuan harus spesifik, dengan ruang lingkup dan deskripsi yang jelas, untuk memastikan semua pemangku kepentingan memahaminya.
Sebagai contoh, alih-alih menetapkan tujuan untuk "menulis lebih banyak posting blog," Anda bisa bertujuan untuk "menulis 12 posting blog bulan ini." Ini jauh lebih spesifik dan memberikan peta jalan yang jelas untuk bertindak.
Measurable (Terukur)
"M" dalam SMART membantu Anda mengevaluasi apakah proyek Anda berhasil. Tujuan Anda perlu dapat dikuantifikasi, artinya harus ada cara objektif untuk mengukurnya, baik itu batas waktu, angka, atau perubahan persentase. Ini memungkinkan Anda menentukan tingkat penyelesaian tujuan dan memotivasi Anda untuk mengambil tindakan.
Menyertakan angka spesifik dalam SMART goals Anda sangat penting, biasanya target yang ingin Anda capai. Anda dapat menggunakan benchmark untuk menetapkan tujuan yang realistis dan terukur.
Achievable (Dapat Dicapai)
Anda tidak ingin tujuan Anda mudah dicapai, tetapi tujuan tersebut harus dapat dicapai dalam batasan-batasan tertentu, artinya tidak sepenuhnya di luar jangkauan. Tujuan yang dapat dicapai ditetapkan dalam lingkup kemampuan Anda, dengan sumber daya yang tersedia, dan dengan mempertimbangkan kendala eksternal apa pun.
Misalnya, jika Anda bertujuan untuk belajar bahasa Jepang guna menyambut klien VIP bulan depan, tidak realistis untuk menjadi fasih hanya dalam satu bulan jika Anda tidak memiliki pengetahuan bahasa sebelumnya. Anda mungkin menyesuaikan tujuan menjadi menguasai 50 frasa bisnis Jepang yang paling penting.
Relevant (Relevan)
Sebuah tujuan relevan ketika selaras dengan atau berkontribusi pada tujuan organisasi yang lebih luas. Hal ini memastikan bahwa semua upaya diarahkan menuju tujuan bersama, membuat tujuan tersebut bermakna dalam konteks bisnis yang lebih besar. Ini juga membantu Anda dan tim Anda berfokus pada aktivitas paling kritis yang akan memberikan nilai terbesar.
Time-bound (Berbatas Waktu)
SMART goals Anda harus memiliki kerangka waktu, karena proyek tanpa batas waktu dapat berlarut-larut, menghasilkan metrik keberhasilan yang tidak jelas dan ekspansi ruang lingkup yang tidak perlu. Batas waktu juga memotivasi Anda untuk memulai, memantau kemajuan, dan mencapai tujuan dalam waktu yang ditentukan.
Tanggal penyelesaian sangat penting karena itulah titik di mana semua tindakan seharusnya sudah selesai untuk menilai keberhasilan.
SMART vs. OKR: Apa perbedaannya?
OKR (Objectives and Key Results) adalah kerangka kerja manajemen yang membantu mendistribusikan strategi perusahaan kepada karyawan, meningkatkan transparansi, fokus, dan keselarasan antara tujuan pribadi dan organisasi. Model OKR pertama kali dikembangkan oleh Andrew Grove dari Intel dan kemudian dipopulerkan oleh Google.
Model OKR terdiri dari satu objective dan beberapa key results.
- Objective: Mewakili tujuan, menjawab pertanyaan "Ke mana kita ingin pergi?"
- Harus didefinisikan dengan jelas dan menginspirasi.
- Tidak menyertakan angka spesifik.
- Contoh: "Tingkatkan budaya digital perusahaan."
- Key Results: Mengukur kemajuan menuju objective, menjawab pertanyaan "Bagaimana kita tahu kita sudah menuju ke sana?"
- Didefinisikan berdasarkan kemajuan yang terukur.
- Contoh: "90% karyawan menggunakan alat manajemen tim baru setiap hari."
Meskipun SMART model dan OKR berasal dari pendekatan Management by Objectives (MBO) Peter Drucker, yang percaya bahwa tujuan adalah kunci keberhasilan organisasi, keduanya memiliki perbedaan mendasar.
SMART menyediakan sekumpulan prinsip untuk menetapkan tujuan yang spesifik, sementara OKR mendefinisikan sistem tujuan dan keterkaitannya. OKR tidak hanya membahas pertanyaan "Apa yang harus menjadi tujuan?" tetapi juga mempertimbangkan "Bagaimana kita mencapainya?". Pada intinya, SMART lebih seperti daftar periksa, sementara OKR adalah sebuah kerangka kerja.
Cara menulis SMART goals
Dalam bagian ini, kita akan menguraikan cara menetapkan SMART goals mengikuti setiap kriteria dan mengilustrasikan cara menyempurnakan tujuan dari "belum cukup SMART" hingga selesai.
Langkah 1: Tulis tujuan awal Anda
Mulailah dengan menuliskan tujuan awal Anda, yang mungkin merupakan ekspektasi umum atau tujuan yang ditugaskan secara luas. Jangan khawatir jika belum cukup SMART, karena akan disempurnakan pada langkah-langkah berikutnya.
Contoh: "Menjangkau lebih banyak pelanggan."
Langkah 2: Buat lebih spesifik
Apakah tujuan tersebut dengan jelas mendefinisikan apa yang ingin Anda capai? Jika tidak, sempurnakan untuk membuatnya lebih spesifik.
Contoh: "Menjangkau lebih banyak pelanggan di wilayah SEA."
Tujuan ini menentukan target pasar (wilayah SEA) tetapi tidak memiliki pengukuran, alasan, dan kerangka waktu.
Langkah 3: Buat terukur
Apakah Anda telah menetapkan pengukuran yang tepat untuk tujuan tersebut? Jika tidak, tambahkan metrik yang transparan dan sesuai untuk mengevaluasi keberhasilan.
Contoh: "Menjangkau 1.000 pelanggan di wilayah SEA."
Tujuan ini menyertakan angka target spesifik untuk mengukur keberhasilan.
Langkah 4: Buat dapat dicapai
Apakah tujuan ini realistis mengingat sumber daya saat ini dan sumber daya tambahan yang mungkin diperlukan? Pada langkah ini, Anda mungkin perlu menyesuaikan tujuan untuk memastikannya dapat dicapai.
Setelah ditinjau, perusahaan menemukan bahwa menjangkau 10.000 pelanggan tidak realistis. Kepemimpinan mendefinisikan ulang tujuan menjadi sesuatu yang lebih dapat dicapai: "Menjangkau 100 pelanggan di wilayah SEA."
Tujuan ini menantang namun dapat dicapai.
Langkah 5: Selaraskan dengan tujuan yang lebih besar
Jika tujuan ini tercapai, bagaimana kontribusinya terhadap tujuan organisasi pada periode berikutnya? Jika tidak, apakah tujuan perusahaan akan terpengaruh?
Contoh: "Menjangkau 100 pelanggan di SEA untuk membangun kehadiran pasar."
Tujuan ini terhubung dengan tujuan perusahaan yang lebih luas yaitu "membangun kehadiran pasar." Namun, masih belum ada batas waktu yang spesifik.
Langkah 6: Tetapkan kerangka waktu
Kapan Anda akan memulai dan menyelesaikan pelaksanaan dan pencapaian tujuan Anda? Definisikan dengan jelas tanggal atau kerangka waktu dalam SMART goals Anda.
SMART goals yang lengkap mungkin terlihat seperti ini: "Dalam 6 bulan, menjangkau 100 pelanggan di wilayah SEA untuk membangun kehadiran pasar."
Kesalahan umum saat menetapkan SMART goals
Meskipun SMART model umumnya dianggap sederhana, mudah diingat, dan mudah diakses, implementasinya dapat menghadirkan tantangan yang mencegahnya mencapai potensi penuh. Tantangan utama meliputi:
- Kurangnya pemahaman: Untuk mengatasi ini, manajer harus memastikan bahwa semua karyawan, terutama yang terlibat langsung dalam mencapai tujuan, mendapatkan pelatihan yang memadai dan memahami model tersebut. Sesi pelatihan dan materi instruksional akan sangat penting.
- Menetapkan tujuan yang tidak relevan: Ini umum terjadi dalam operasional bisnis karena tidak semua karyawan mengetahui konteks organisasi yang lebih luas. Manajer senior dapat membantu dengan memberikan Feedback tentang SMART goals dan memastikan keempat kriteria lainnya terpenuhi sebelum tujuan diterima.
- Kurangnya pemantauan dan evaluasi: SMART model memerlukan pemantauan dan penilaian berkelanjutan untuk memastikan kemajuan menuju tujuan tertentu. Menetapkan sistem pelacakan dan proses pelaporan yang terstandarisasi akan membantu menyesuaikan tujuan sesuai kebutuhan.
Kerangka kerja utama untuk penetapan tujuan
Meskipun kompleksitas strategi penetapan tujuan terus berkembang, SMART tetap menjadi kerangka kerja andalan yang dipercaya oleh individu dan organisasi dari semua ukuran. Kriterianya yang lugas memberikan panduan yang dapat diandalkan untuk mendefinisikan tujuan yang jelas, terukur, dan dapat dicapai, menjadikannya pilihan yang bertahan lama bagi siapa saja yang ingin mendorong kemajuan yang bermakna, baik dalam tim kecil maupun perusahaan besar.
FAQ Section

Senior Operations & Growth Strategist
On this page
- Apa itu SMART goals?
- Manfaat model penetapan SMART goals
- 5 elemen SMART
- Specific (Spesifik)
- Measurable (Terukur)
- Achievable (Dapat Dicapai)
- Relevant (Relevan)
- Time-bound (Berbatas Waktu)
- SMART vs. OKR: Apa perbedaannya?
- Cara menulis SMART goals
- Langkah 1: Tulis tujuan awal Anda
- Langkah 2: Buat lebih spesifik
- Langkah 3: Buat terukur
- Langkah 4: Buat dapat dicapai
- Langkah 5: Selaraskan dengan tujuan yang lebih besar
- Langkah 6: Tetapkan kerangka waktu
- Kesalahan umum saat menetapkan SMART goals
- Kerangka kerja utama untuk penetapan tujuan
- FAQ Section