Contingency Theory: mengapa beberapa leader sukses dalam satu konteks tetapi gagal di konteks lain?

Anda mungkin mengenal seseorang yang adalah leader hebat di satu perusahaan tetapi kesulitan di perusahaan lain. Atau mungkin Anda telah melihat seseorang berhasil selama krisis tetapi tidak di waktu normal. Contingency Theory membantu menjelaskan mengapa ini terjadi. Ini mengatakan bahwa kesuksesan leadership bergantung pada kesesuaian antara leader dan situasi. Sebagai salah satu framework kunci dalam pengantar teori leadership kami, ini dibangun di atas ide-ide sebelumnya sambil menambahkan konteks penting.

Apa yang Dikatakan Teori

Contingency Theory berarti tidak ada satu cara terbaik untuk memimpin. Gaya leader mungkin bekerja dengan baik dalam satu setting tetapi tidak di setting lain. Ide ini dibentuk oleh Fred Fiedler pada tahun 1960-an. Dia mempelajari bagaimana gaya leadership dan lingkungan kerja harus cocok agar leader sukses.

Fiedler mengatakan leader biasanya memiliki satu dari dua gaya utama:

  1. Task-focused leader: Mereka paling peduli dengan menyelesaikan pekerjaan.
  2. Relationship-focused leader: Mereka lebih peduli dengan harmoni tim dan perasaan orang.

Perbedaan ini menggemakan perilaku berorientasi task dan berorientasi hubungan yang diidentifikasi dalam behavioral leadership theory. Namun, tidak seperti behavioral theory, contingency theory berpendapat bahwa setiap gaya hanya dapat efektif jika sesuai dengan situasi.

Apa yang Membuat Situasi?

Fiedler menunjukkan tiga bagian dari situasi yang memengaruhi seberapa banyak kontrol yang dimiliki leader:

  • Leader-member relations: Apakah tim mempercayai dan mendukung leader?
  • Task structure: Apakah task jelas dan mudah dipahami?
  • Position power: Apakah leader memiliki otoritas untuk memberi imbalan atau menghukum?

Jika ketiganya kuat, leader memiliki kontrol tinggi. Jika mereka lemah, leader memiliki kontrol rendah. Beberapa situasi berada di tengah-tengah.

Apa yang Bekerja Terbaik

Task-focused leader berhasil dengan baik dalam situasi kontrol sangat tinggi atau sangat rendah. Mereka dapat mendorong hasil dalam krisis atau menjaga hal-hal tetap stabil ketika semuanya berjalan dengan baik.

Relationship-focused leader lebih baik dalam situasi middle-ground. Ini adalah waktu ketika teamwork dan dukungan benar-benar penting.

Contoh Dunia Nyata

Pikirkan seorang CEO yang membalikkan perusahaan yang gagal. Mereka tegas, didorong oleh tujuan, dan membuat keputusan sulit. Pendekatan itu bekerja dalam krisis. Tetapi jika mereka pindah ke perusahaan yang stabil dengan budaya tim yang kuat, gaya langsung mereka mungkin terasa terlalu kasar. Leader yang sama, dalam setting yang berbeda, mungkin tidak berhasil dengan baik.

Contoh lain adalah Ron Johnson, yang membantu merancang toko retail Apple. Ketika dia menjadi CEO J.C. Penney, dia mencoba ide yang sama, tetapi mereka tidak cocok dengan pelanggan atau nilai perusahaan. Apa yang bekerja di Apple gagal dalam konteks baru. Sementara trait theory mungkin menunjukkan Johnson memiliki kualitas yang tepat, Contingency Theory menunjukkan bahwa trait saja tidak cukup.

Contingency Theory mengingatkan kita bahwa leadership bukan hanya tentang keterampilan. Ini juga tentang kesesuaian. Leader hebat di satu tempat mungkin bukan yang tepat di tempat lain. Itu bukan kegagalan. Itu hanya berarti kecocokannya tidak tepat.

Ini berguna untuk perekrutan juga. Alih-alih hanya melihat kesuksesan masa lalu, tanyakan: apakah gaya orang ini akan bekerja di lingkungan ini? Apa yang dibutuhkan tim sekarang? Arahan yang jelas? Pendengar yang tenang? Seseorang untuk membangun kepercayaan? Memahami leadership vs management juga dapat membantu Anda menentukan jenis leader apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini.

Tidak ada gaya leadership sempurna untuk setiap situasi. Yang penting adalah kecocokan antara siapa Anda dan apa yang dibutuhkan momen. Contingency Theory membantu kita melihat bahwa kesuksesan bukan hanya tentang memimpin dengan baik. Ini juga tentang memimpin di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan orang yang tepat.

Pertanyaan untuk Ditanyakan pada Diri Sendiri

  • Kapan saya merasa paling efektif sebagai leader?
  • Jenis situasi apa yang memunculkan yang terbaik dari saya?
  • Apakah saya menyesuaikan pendekatan saya ketika hal-hal berubah, atau apakah saya tetap sama?

Mengetahui gaya alami Anda dan batasan Anda dapat membantu Anda menemukan peran di mana Anda melakukan pekerjaan terbaik Anda.

Pelajari Lebih Lanjut

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Contingency Leadership Theory