Leadership dan Management dijelaskan: Bagaimana perbedaan mereka menciptakan kekuatan

Thumbnail image

Apakah Leadership dan Management sama? Jawaban sederhananya adalah tidak—leadership dan management berbeda, namun keduanya sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Tapi apa sebenarnya leadership dan apa yang membedakannya dari management, dan mengapa keduanya penting?

Apa itu leadership?

Leadership adalah proses mempengaruhi dan membimbing organisasi atau anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Seorang leader adalah seseorang dengan visi, yang mendorong dan menginspirasi orang lain.

Berikut adalah beberapa ciri khas leadership, yang sejalan dengan konsep yang ditemukan dalam teori trait leadership:

  • Visi: Leader berfokus pada tujuan jangka panjang dan dapat mengkomunikasikan arah ini kepada orang lain dengan jelas.
  • Inspirasi: Leader memotivasi dan mendorong tim mereka untuk bekerja dengan antusiasme dan energi.
  • Inovasi: Leader menyambut ide-ide baru dan perubahan untuk meningkatkan dan tumbuh.
  • Pengaruh: Leader mengandalkan kemampuan mereka untuk menginspirasi daripada hanya otoritas mereka.

Apa itu management?

Management adalah proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian sumber daya (manusia, finansial, material) untuk mencapai tujuan spesifik organisasi. Seorang manager mengawasi operasi harian organisasi.

Karakteristik kunci management meliputi:

  • Perencanaan: Manager menetapkan tujuan yang jelas dan dapat dicapai serta membuat langkah-langkah untuk mencapainya.
  • Pengorganisasian: Manager menugaskan tugas dan mengatur sumber daya untuk memenuhi tujuan.
  • Koordinasi: Manager menjaga aktivitas tetap selaras dan memastikan mereka berjalan lancar.
  • Pengendalian: Manager memantau dan menyesuaikan operasi untuk memastikan tujuan tercapai.

Bagaimana leadership dan management bekerja bersama

Leadership dan management mungkin berbeda, tetapi mereka saling melengkapi. Leader memberikan gambaran besar dan motivasi, sementara manager menangani detail yang mewujudkan visi tersebut. Memahami gaya kepemimpinan klasik dapat membantu Anda mengenali pendekatan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini.

Organisasi yang sukses biasanya membutuhkan kedua peran dan terkadang, satu orang dapat memenuhi kedua peran, tetapi keterampilan yang diperlukan untuk masing-masing dapat sangat berbeda. Tantangannya terletak pada bagaimana menyeimbangkan dan menggabungkan leadership dan management untuk menjalankan bisnis secara efisien.

Perbedaan kunci dalam tujuan: Management untuk stabilitas, Leadership untuk perubahan

Management terutama tentang menangani masalah.

Aturan dan metode management sebagian besar dikembangkan untuk mengatasi kekacauan dan chaos yang dapat muncul dalam organisasi besar selama abad ke-20. Management yang baik dapat menciptakan ketertiban dan konsistensi dalam hal kepegawaian, produksi, dan pertumbuhan pendapatan.

Leadership, di sisi lain, adalah tentang menavigasi perubahan.

Karena lingkungan bisnis berubah dengan cepat dan kompetisi tumbuh, leadership menjadi lebih penting. Perusahaan tidak bisa tetap sama di dunia di mana teknologi selalu berkembang, sumber daya terbatas, dan pekerja terampil memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan. Di sinilah teori transformational leadership terbukti sangat berharga, karena pemimpin harus membimbing perusahaan mereka ke arah baru untuk membuat mereka tetap sukses.

Perbedaan ini seperti membandingkan masa damai dan masa perang dalam militer. Dalam masa damai, hanya pemimpin puncak yang penting, sementara management dan organisasi yang baik dapat menangani sebagian besar situasi. Tetapi dalam masa perang, leadership diperlukan di setiap tingkat karena hanya "mengelola tentara" tidak cukup untuk memenangkan pertempuran di garis depan.

Tiga fungsi utama: Bagaimana leader dan manager bekerja secara berbeda

Baik leader maupun manager bertanggung jawab atas tiga tugas inti: menetapkan tujuan, membangun tim, dan memastikan kinerja tim. Tetapi mereka mendekati tugas-tugas ini dengan cara yang berbeda, sementara setiap peran meningkatkan yang lain.

Menetapkan arah vs. Perencanaan

Perencanaan (tugas management) berfokus pada menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan spesifik dengan cara yang teratur. Manager membuat rencana detail yang menentukan cara menyelesaikan tugas, seringkali secara bulanan, kuartalan, atau tahunan.

Menetapkan Arah (tugas leadership) adalah tentang mendefinisikan visi dan strategi untuk kesuksesan jangka panjang.

Visi dan strategi tidak perlu terobosan atau dalam skala besar. Banyak visi bisnis yang efektif didasarkan pada ide-ide yang dikenal luas, dengan beberapa elemen baru dalam konten atau pendekatan.

Misalnya, ketika CEO Jan Carlzon membayangkan mengubah Scandinavian Airlines (SAS) menjadi maskapai terbaik dunia untuk pelancong bisnis, visinya tidak sepenuhnya baru bagi siapa pun di industri penerbangan. Pelancong bisnis bersedia membayar harga premium untuk penerbangan yang sering. Namun, dalam industri yang dikenal dengan birokrasinya, tidak ada perusahaan yang pernah berkomitmen pada ide ini. SAS menjadi yang pertama melakukannya, dan mereka berhasil.

Satu keuntungan besar memiliki visi dan strategi yang jelas adalah mereka sebenarnya mendukung perencanaan jangka pendek. Tanpa mereka, bisnis perlu membuat rencana untuk setiap skenario yang mungkin, yang mengarah pada rencana kontingensi tanpa akhir. Ini tidak akan meninggalkan waktu atau energi untuk tindakan praktis.

Jadi, proses perencanaan yang stabil menjadi alat yang berguna untuk memantau arah, sementara visi dan strategi yang solid memberikan fokus, memastikan bahwa rencana tetap didasarkan pada kenyataan dan dapat dilaksanakan secara efektif.

Menyelaraskan orang vs. Mengorganisir personel

Mengorganisir (peran management) melibatkan penataan tim, penugasan peran, dan menciptakan proses kerja yang efisien. Manager memastikan bahwa struktur tim mendukung tujuan perusahaan.

Menyelaraskan Orang adalah peran leadership yang berfokus pada membangun dukungan untuk visi. Leader menyelaraskan semua orang di seluruh departemen, memastikan bahwa setiap orang memahami visi dan merasa termotivasi untuk berkontribusi. Pendekatan ini mencerminkan fokus berpusat pada orang yang ditemukan dalam teori behavioral leadership.

Kisah Chuck Trowbridge dan perusahaan fotokopi Eastman Kodak adalah contoh utama efektivitas menyelaraskan orang dalam leadership. Ketika Chuck mengambil alih sebagai general manager, perusahaan sedang berjuang, dan karyawan tidak dapat menyetujui cara menyelesaikan masalah.

Setelah mempresentasikan visi yang jelas dan sederhana, Chuck mendedikasikan waktu dan upaya yang signifikan untuk bertemu dengan personel kunci dan menggunakan berbagai metode untuk mengkomunikasikan pesannya kepada semua 1.500 karyawan, dengan management mengorganisir tugas untuk menjaga semua orang tetap pada jalurnya. Ketika pesan mendapat lebih banyak dukungan, perusahaan mengalami pertumbuhan cepat.

Memotivasi vs. Mengendalikan

Mengendalikan (fungsi management) memastikan bahwa tugas diselesaikan sesuai rencana dengan memantau kinerja, menggunakan laporan, dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Ini menjaga operasi harian tetap efisien dan dapat diprediksi.

Memotivasi (fungsi leadership) adalah tentang memberi energi kepada orang untuk mencapai di luar kinerja biasa. Leader memanfaatkan tujuan dan nilai pribadi orang, membantu mereka tetap terlibat dan antusias bahkan di masa-masa yang menantang.

Ambil contoh Richard Nicolosi dan kesuksesan divisi produk kertas Procter & Gamble (P&G). Ketika Nicolosi menjadi general manager, ia segera menetapkan arah baru yang berfokus pada kerja tim dan peran kepemimpinan yang beragam. Mengikuti visi organisasi bahwa "setiap dari kita adalah pemimpin," ia dan timnya membentuk berbagai "dewan" dan "tim produk" kecil dalam divisi. Ini memberdayakan karyawan di semua tingkat untuk lebih kreatif dan termotivasi, memungkinkan bahkan karyawan dengan peringkat terendah untuk berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.

Leadership vs. Management: Mana yang harus diprioritaskan bisnis?

Kenyataannya adalah, sedikit orang yang unggul dalam leadership dan management. Beberapa lebih efektif dalam menetapkan visi dan menginspirasi orang, sementara yang lain terampil dalam perencanaan dan pengorganisasian. Bisnis yang cerdas mengenali ini dan membangun tim yang mencakup pemimpin yang kuat dan manager yang efektif. Memahami 5 tingkat leadership dapat membantu mengidentifikasi di mana kekuatan Anda berada.

Pilihan untuk menekankan satu atau yang lain tergantung pada kebutuhan perusahaan pada saat itu. Selama perubahan cepat, leadership mungkin diprioritaskan untuk membantu perusahaan menavigasi tantangan baru—di sinilah teori situational leadership menjadi sangat relevan. Selama masa stabil, management mungkin memimpin untuk mempertahankan konsistensi dan ketertiban.

Bisnis dapat memilih untuk fokus pada satu pendekatan atau menemukan keseimbangan antara leadership dan management, tergantung pada keadaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Leadership vs Management