Deal Closing
Close Plan Development: Creating Structured Paths to Signature
Seorang pemimpin sales operations menganalisis deal enterprise tim mereka selama dua kuartal. Polanya sangat mencolok: deal dengan close plan yang terdokumentasi ditutup 35% lebih cepat daripada deal yang dikelola secara ad hoc. Yang lebih penting lagi, tanggal close yang diprakirakan akurat dalam rentang satu minggu sebanyak 71% untuk deal yang direncanakan dibandingkan 34% untuk deal yang tidak direncanakan.
Perbedaannya bukan karena kompleksitas atau ukuran deal. Deal yang direncanakan memiliki jumlah stakeholder yang sama, proses persetujuan yang sama, dan dinamika kompetitif yang sama dengan deal yang tidak direncanakan. Perbedaannya adalah visibility. Reps tahu persis apa yang harus terjadi, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan setiap milestone harus tercapai. Mereka dapat melihat hambatan yang akan datang dan mengatasinya sebelum menjadi masalah.
Tanpa close plan, deal enterprise berjalan berdasarkan tribal knowledge, asumsi optimis, dan pemadam kebakaran reaktif. Reps berpikir mereka tahu jalan menuju close tetapi belum mendokumentasikannya. Mereka percaya stakeholder selaras tetapi belum memverifikasinya. Mereka berasumsi proses akan berjalan lancar tetapi belum mengidentifikasi potensi penundaan. Ketika deal tergelincir, mereka terkejut dengan hambatan yang sepenuhnya dapat diprediksi.
Close plan mengubah eksekusi deal dari dugaan menjadi proses. Mereka menciptakan pemahaman bersama antara pembeli dan penjual tentang apa yang harus terjadi untuk mencapai signature. Mereka muncul gap dan risiko awal ketika Anda masih dapat mengatasinya. Mereka menyediakan struktur yang diperlukan untuk mengoordinasikan aktivitas kompleks di seluruh pihak yang berbeda dalam timeline yang diperpanjang. Jika Anda menginginkan pipeline enterprise yang dapat diprediksi, close planning bukan optional.
What Is a Close Plan
Close plan adalah dokumen yang memetakan jalan dari posisi Anda saat ini hingga signed contract. Ini mencakup semua aktivitas, stakeholder, milestone, dependencies, dan risiko yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian.
Berikut ini adalah apa yang benar-benar penting dalam close plan:
Current state assessment - Di mana deal berada hari ini? Apa yang sudah selesai, apa yang pending, gap apa yang ada? Anda tidak dapat merencanakan jalan ke depan tanpa memahami di mana Anda memulai.
Milestone definition - Checkpoint kunci antara sekarang dan contract signature. Discovery complete, validation complete, approvals obtained, legal done, procurement done, signature.
Activity breakdown - Tugas spesifik yang diperlukan untuk mencapai setiap milestone. Siapa yang perlu dilibatkan, materi apa yang harus dibuat, pertemuan apa yang harus terjadi, persetujuan apa yang harus diperoleh.
Stakeholder assignment - Siapa yang memiliki setiap aktivitas di sisi pembeli dan penjual. Kepemilikan yang jelas mencegah tugas jatuh melalui celah.
Timeline and deadlines - Kapan setiap milestone harus dicapai? Apa dependency yang ada antara aktivitas? Apa critical path-nya?
Risk identification - Apa yang bisa salah? Di mana potensi penundaan? Apa hambatan yang mungkin muncul? Dokumentasikan risiko sehingga Anda benar-benar dapat melakukan sesuatu tentang hal itu.
Success criteria - Bagaimana Anda tahu deal siap untuk close? Kondisi apa yang harus dipenuhi? Verifikasi final apa yang diperlukan?
Close plan bukan dokumen statis yang Anda buat sekali dan arsipkan. Mereka adalah living tools yang Anda perbarui terus-menerus saat deal berkembang, kondisi berubah, dan informasi baru muncul. Close plan terbaik direview mingguan dengan tim internal dan secara regular dengan buyer stakeholder.
When to Create Close Plans
Tidak setiap deal memerlukan close plan formal. Deal kecil dan transaksional dengan single stakeholder ditutup dengan cepat tanpa ini. Tetapi karakteristik deal tertentu membuat close planning non-negotiable:
Complex Enterprise Deals
Deal dengan multiple products, custom configurations, atau complex integrations memerlukan sequencing yang hati-hati. Close plan memastikan technical validation, security reviews, dan implementation planning terjadi dalam urutan yang benar.
Deal complexity menciptakan dependencies yang tidak dapat diabaikan. Security review tidak dapat selesai sampai technical architecture finalized. Procurement tidak dapat mengeluarkan PO sampai legal menyetujui contract terms. Implementation tidak dapat dimulai sampai infrastructure requirements terdokumentasi. Close plan memetakan dependencies ini sehingga tidak ada yang dilakukan dalam urutan yang salah.
Multi-Stakeholder Decisions
Ketika 5-10 stakeholder dari departemen berbeda terlibat dalam purchase decisions, informal coordination breaks down. Close plan mendokumentasikan siapa yang perlu dilibatkan kapan, apa concerns setiap stakeholder, dan bagaimana Anda akan build stakeholder alignment di seluruh organisasi.
Deal multi-stakeholder mati ketika people kunci tidak dilibatkan pada waktu yang tepat. Technical teams menemukan masalah setelah business case disetujui. Security raise concerns setelah procurement telah menegosiasikan terms. Finance mempertanyakan ROI setelah executives telah berkomitmen secara publik. Close plan mencegah bencana ini.
Extended Sales Cycles
Sales cycle tiga hingga sembilan bulan memerlukan sustained momentum dan clear progress markers. Close plan memecah long cycle menjadi manageable phases dengan concrete milestones yang menciptakan forward motion.
Tanpa milestones, long cycle terasa perpetually "90% done." Close plan mendefinisikan apa sebenarnya 30% complete, apa arti 50% complete, dan apa yang diperlukan final 10%. Presisi ini meningkatkan forecast accuracy dan membantu tim fokus effort di mana penting.
Competitive Evaluations
Ketika pembeli mengevaluasi multiple vendors melalui formal RFP atau competitive processes, close plan memastikan Anda menyelesaikan required activities on schedule dan menunjukkan execution capability yang memisahkan Anda dari competitors.
Pembeli menilai vendor berdasarkan responsiveness, professionalism, dan ability to navigate process mereka secara smooth. Close plan memastikan Anda tidak pernah miss deadlines, selalu tahu apa next, dan membuat evaluation process mereka mudah. Execution quality ini sering penting sebanyak product capabilities.
Quarter-End or Strategic Deals
High-priority deals yang harus close pada tanggal spesifik memerlukan disciplined planning untuk memastikan tidak ada yang tergelincir. Close plan mengidentifikasi critical path dan mengalokasikan resources untuk menghilangkan hambatan sebelum menjadi masalah.
Deal time-constrained tidak memiliki ruang untuk surprises atau "we'll figure it out as we go." Setiap hari penting. Close plan drive maximum efficiency dengan mengidentifikasi dependencies, mengalokasikan resources secara strategis, dan escalating issues immediately ketika muncul.
Close Plan Components
Close plan yang efektif mengikuti structured formats, tetapi jangan terlalu komplikasi ini:
Current Deal Status and Gaps
Mulai dengan honest assessment tentang di mana deal berdiri. Apa yang confirmed, apa yang assumed, apa yang unknown? Baseline ini mencegah optimistic planning berdasarkan wishful thinking.
Pertanyaan yang harus dijawab:
- Stakeholder mana yang telah kami libatkan dan apa posisi mereka?
- Technical validation apa yang telah selesai?
- Apakah budget confirmed dan approved atau masih pending?
- Apakah legal telah review standard terms kami?
- Apa competitive threats yang ada?
- Di mana champion dalam internal approval process?
- Apa concerns atau objections yang belum ditangani?
Gap analysis mengungkapkan distance antara current state dan closed deal. Large gaps berarti aggressive timelines adalah fantasy. Documented gaps fokus effort pada priorities yang tepat.
Remaining Stakeholders to Engage
Buat daftar semua stakeholder yang harus dilibatkan sebelum decision: names, roles, concerns, influence level, engagement status, dan next steps untuk masing-masing.
Stakeholder documentation format:
Name/Role: Sarah Chen, VP of Operations Influence: Economic buyer, final authority on budget Current Status: Not yet engaged Concerns: ROI, implementation timeline, resource requirements Next Steps: Executive briefing scheduled May 15 Owner: Account Executive
Stakeholder detail ini memastikan no important person yang terlewat dan setiap engagement memiliki plan.
Outstanding Questions and Objections
Dokumentasikan setiap unresolved question, concern, atau objection dari stakeholder mana pun. Nothing too small untuk capture. Unaddressed concerns menjadi last-minute deal-killer.
Format untuk tracking:
- Concern: "Integration complexity with legacy ERP"
- Stakeholder: IT Director
- Severity: High - potential blocker
- Resolution Plan: Technical deep-dive scheduled, solution architect to present integration approach
- Owner: Sales Engineer
- Due Date: May 10
Track objections hingga completion. Jangan asumsikan concerns hilang jika nobody menyebutkannya lagi. Mereka simmer dan blow up selama contract review.
Required Documentation and Deliverables
Buat daftar semua materials yang harus dibuat: business cases, ROI analyses, technical architecture documents, security questionnaires, reference calls, executive presentations, proposal documents, contracts, statements of work.
Untuk setiap deliverable, specify: apa itu, mengapa diperlukan, siapa membuatnya, siapa yang review, kapan due. Documentation often sit di critical path. Delays dalam membuat materials delay deals.
Deliverable tracking:
- Document: Executive Business Case
- Purpose: CFO requires financial justification
- Owner: Account Executive (sales) + Champion (customer)
- Reviewers: VP Sales, Customer CFO
- Due Date: May 12
- Status: Draft in progress
Approval Workflow and Timeline
Peta buyer's internal approval process completely: siapa yang approves apa, dalam urutan apa, dengan kriteria apa, dalam timeline apa. Kebanyakan sellers tahu beberapa ini tetapi rarely dokumentasinya secara comprehensive.
Pertanyaan yang harus dijawab:
- Siapa yang harus approve business case?
- Siapa yang review dan approve contracts?
- Apa approval process procurement?
- Apakah board atau executive committee approvals apply?
- Apa budget approval yang diperlukan dan kapan?
- Apakah ada signature authority limits?
Understanding approval workflow mengungkapkan di mana deals mungkin stall. Jika legal review typically memakan 3-4 minggu untuk contract review, plan accordingly. Jika budget approval memerlukan CFO sign-off yang hanya terjadi dalam monthly meetings, schedule around constraint itu.
Risks and Mitigation Strategies
Identifikasi setiap risiko yang bisa delay atau derail deal: stakeholder risks, competitive risks, technical risks, approval risks, timing risks, budget risks, organizational change risks.
Untuk setiap risiko, dokumentasikan: probability, impact, early warning signs, dan mitigation plan. Risk planning enable proactive management daripada reactive firefighting.
Risk documentation format:
Risk: Champion leaves company selama evaluation Probability: Low Impact: High - could reset entire process Warning Signs: Champion discussing new opportunities atau organizational changes Mitigation: Build relationships dengan multiple stakeholder, engage executive sponsor, dokumentasikan champion's work dengan team
Success Criteria and Target Close Date
Definisikan explicitly apa "closed" berarti: fully executed contract, PO received, payment terms agreed, implementation kickoff scheduled. Clarity pada success criteria mencegah confusion tentang deal status.
Set target close date berdasarkan milestone timeline dan risk buffer. Jangan commit pada dates yang tidak dapat Anda penuhi. Sandbagging juga problematic karena mengurangi urgency. Target dates harus realistic tetapi ambitious.
Sertakan confidence level dalam forecast: "90% confidence to close by May 31, 60% confidence to close by May 15, 30% confidence to close by May 1." Presisi ini membantu sales management mengalokasikan resources dan set expectations appropriately.
Close Plan Development Process
Membuat close plan adalah collaborative work antara sales teams dan buyer stakeholders:
Collaborative Planning with Buyer
Close plan terbaik dibangun jointly dengan buyer champions atau key stakeholders. Pendekatan collaborative ini memastikan kedua pihak memiliki shared understanding tentang apa yang harus terjadi dan shared commitment untuk mengeksekusi plan.
Cara introduce collaborative planning:
"We've found that complex deals move most smoothly when buyer and seller have shared visibility into what needs to happen. Would it be valuable to document the remaining milestones and make sure we're aligned on timeline and next steps? I can draft something based on what we've discussed, and we can refine it together."
Kebanyakan champions welcome structure ini. Ini membantu mereka manage internally dan demonstrate professionalism Anda.
Collaborative planning session agenda:
- Review current state: di mana kita hari ini?
- List remaining activities: apa yang masih harus terjadi?
- Identify stakeholders: siapa lagi yang harus dilibatkan?
- Map approval workflow: apa proses internal Anda?
- Set milestones: apa key checkpoints?
- Assign ownership: siapa yang memiliki apa di setiap sisi?
- Agree on timeline: kapan setiap milestone harus terjadi?
- Document risks: apa yang bisa cause delays?
Percakapan ini sering mengungkapkan informasi yang tidak Anda miliki: additional stakeholders, approval steps yang Anda tidak aware, concerns yang belum Anda dengar, timeline constraints yang tidak diketahui.
Internal Team Alignment
Bagikan close plan dengan internal stakeholders yang contribute pada deal execution: sales engineers, solution consultants, customer success, legal, finance, executives. Semua orang memerlukan visibility ke plan dan role mereka.
Internal alignment meeting:
- Present deal overview dan strategic importance
- Walk through close plan milestones dan timeline
- Assign internal ownership untuk deliverables dan activities
- Identify resource needs dan potential constraints
- Discuss risks dan mitigation approaches
- Commit to execution timeline
Internal alignment mencegah situations di mana sales commits pada deliverables yang support teams tidak dapat meet atau timelines yang memerlukan resources tidak tersedia.
Milestone and Deadline Setting
Work backward dari target close date untuk set interim milestones. Jika contract execution memerlukan legal review (3 minggu), procurement approval (2 minggu), CFO business case review (1 minggu), dan executive presentation (1 minggu prep), Anda memerlukan milestones ini disequence 7+ minggu sebelum target close date.
Milestone sequencing principles:
- Bangun buffer untuk typical delays
- Account untuk dependencies (activity B tidak bisa start sampai activity A selesai)
- Consider external constraints (committee meetings, budget cycles, holiday periods)
- Set dates yang create urgency tetapi remain realistic
- Include review dan approval time untuk deliverables
Resource Allocation
Identifikasi resources yang diperlukan untuk setiap close plan activity: sales team time, technical resources, executive involvement, legal review, customer success planning. Buat resource requirements explicit sehingga Anda dapat ensure availability.
Beberapa activities memerlukan specialized resources: technical deep-dive memerlukan solution architects, security reviews memerlukan security specialists, executive presentations memerlukan VP atau C-level participation. Dokumentasikan needs ini early dan schedule resources.
Resource planning prevents:
- Last-minute scrambles untuk find expertise
- Delays karena needed people tidak tersedia
- Poor-quality deliverables rushed oleh wrong resources
- Commitment failures yang damage credibility
Contingency Planning
Plan untuk likely obstacles dan delays: "If legal review memakan lebih lama dari expected, we'll..." atau "If champion tidak tersedia untuk executive presentation, backup plan kami adalah..."
Contingency planning berarti memiliki answers ready ketika timeline questions arise: "What if procurement pushes back pada terms?" Anda sudah think through options. "What if technical validation reveals integration complexity?" Anda sudah planned untuk extended technical phase.
Milestone Definition and Tracking
Close plan organize around milestones yang mark progress toward closure:
Discovery Milestones
Early-stage checkpoints confirming deal foundation solid:
- Semua key stakeholders identified
- Technical requirements documented
- Budget dan authority confirmed
- Business case value drivers validated
- Competitive landscape understood
- Decision criteria dan process confirmed
Discovery milestone completion berarti Anda dapat confidently invest dalam advancing deal.
Validation Milestones
Mid-stage checkpoints proving solution fit dan value:
- Technical validation completed (POC, integration review, security assessment)
- Business case approved oleh champion
- Reference calls conducted
- ROI analysis validated oleh finance
- Implementation feasibility confirmed
Validation milestones kurangi risk dengan proving solution Anda works untuk environment mereka sebelum proceeding ke approvals.
Approval Milestones
Late-stage checkpoints untuk internal buyer approvals:
- Department head approval
- Finance/CFO approval
- Legal approval
- Procurement approval
- Executive committee atau board approval (jika diperlukan)
Approval milestone sering sit di critical path. Accurate timing estimates untuk setiap approval process adalah essential untuk forecast accuracy.
Legal and Procurement Milestones
Specialized approval processes yang add time:
- Contract redlines submitted
- Legal negotiations completed
- Procurement review initiated
- Vendor registration completed
- Purchase order submitted
- Final contract execution
Milestone ini sering surprise sales teams yang fokus pada business approval dan underestimate administrative process time.
Signature Milestone
Final checkpoint untuk deal closure:
- Semua approvals received
- Contract finalized dan reviewed
- Signature authority confirmed
- Signing ceremony atau e-signature process initiated
- Fully executed contract received
- Payment terms confirmed
Signature milestone bukan single event—itu adalah process dengan multiple steps yang dapat memakan days atau weeks depending pada signing workflows.
Stakeholder Assignment
Effective close plan assign clear ownership untuk setiap activity:
Seller-side ownership: Siapa di tim Anda yang memiliki technical validation? Siapa yang memiliki business case creation? Siapa yang manage executive engagement? Siapa yang lead contract negotiation?
Buyer-side ownership: Siapa di tim mereka yang memiliki internal champion coordination? Siapa yang manage legal review? Siapa yang drive procurement approval? Siapa yang coordinate stakeholder consensus?
Joint ownership: Beberapa activities memerlukan collaboration: business case development, technical architecture review, implementation planning, success criteria definition.
Clear ownership mencegah diffusion dari responsibility di mana semua orang mengasumsikan someone else handling it. Ketika deliverable due dan tidak complete, Anda tahu exactly siapa untuk follow up dengan.
Risk Identification and Mitigation
Proactive risk management membedakan disciplined close planning dari optimistic hoping:
Common Close Plan Risks
Stakeholder risks:
- Champion leaves atau loses influence
- New stakeholders emerge late dalam process
- Unexpected opposition dari key decision-maker
- Competing priorities reduce stakeholder engagement
Competitive risks:
- Competitor introduces new capability atau pricing
- Incumbent vendor offers renewal discount
- Internal build option gains traction
- Industry consolidation changes competitive landscape
Technical risks:
- Integration complexity exceeds estimates
- Security requirements tidak dapat dipenuhi
- Performance concerns emerge selama testing
- Legacy system compatibility issues discovered
Approval risks:
- Budget gets reallocated ke competing priorities
- Approval authority berubah atau becomes unclear
- Contract terms trigger escalated review
- Organizational restructuring delays decisions
Timeline risks:
- Key stakeholder vacations atau unavailability
- Committee meetings get rescheduled
- Legal review memakan lebih lama dari expected
- Budget cycle timing shifts
Risk Mitigation Strategies
Untuk setiap identified risk, dokumentasikan mitigation approach:
Build relationships beyond champion: Jangan menjadi single-threaded. Engage multiple stakeholders sehingga champion dependency reduced. Effective champion development mencakup building network dari internal supporters.
Validate assumptions continuously: Jangan asumsikan budget approved sampai Anda see documentation. Jangan asumsikan technical fit sampai validation complete.
Maintain competitive intelligence: Tahu apa yang competitors offering dan be prepared untuk counter new moves.
Front-load technical validation: Surface technical validation issues early ketika ada time untuk address them, bukan selama contract review.
Buffer timelines conservatively: Asumsikan legal memakan lebih lama dari promised, approvals memakan lebih lama dari estimated, meetings get rescheduled.
Create forcing functions: Suggest deadlines tied ke external events: "If we complete evaluation by month-end, we can start implementation in Q3."
Escalate early: Ketika risks materialize, jangan hope mereka resolve sendiri. Engage executives, champions, atau additional resources immediately.
Close Plan Communication
Close plan hanya works jika actively used dan regularly updated:
Internal Communication
Bagikan close plan dalam weekly forecast calls, deal reviews, dan one-on-ones. Gunakan close plan untuk explain deal status, identify di mana help diperlukan, dan justify forecasted close dates.
Close plan buat forecast conversations concrete: "Here's where we are on the plan, here's what's been completed, here's what remains, here's why I'm confident in the close date."
Customer Communication
Bagikan close plan dengan champions dan key stakeholders (appropriately edited): "Here's our shared understanding of remaining milestones. Does this match your view of the process?"
Customer-facing close plan (sering called Mutual Action Plan) create alignment dan accountability. Kedua pihak see jalan dan responsibilities mereka. Transparency ini build trust dan drive execution.
Executive Communication
Gunakan close plan untuk executive deal reviews, terutama untuk strategic deals yang memerlukan leadership involvement. Effective executive engagement demonstrate deal discipline dan enable leadership untuk provide strategic guidance daripada tactical criticism.
Close Plan Monitoring and Adjustment
Close plan memerlukan active management, bukan passive monitoring:
Weekly Close Plan Reviews
Review setiap active close plan weekly dengan deal owners: Apa milestones yang hit week ini? Apa yang slipped dan mengapa? Apa risks yang materialize? Apa adjustments yang diperlukan?
Weekly reviews catch problems early ketika manageable, bukan late ketika crises.
Milestone Completion Tracking
Mark milestones complete hanya ketika truly finished, bukan ketika Anda think probably done. Jika business case approval adalah milestone, itu complete ketika champion confirms CFO approved it, bukan ketika Anda sent untuk review.
Completion discipline improve forecast accuracy dengan forcing realistic assessment dari progress.
Timeline Adjustments
Ketika milestones slip, adjust downstream milestones accordingly. Jika legal review memakan 4 minggu daripada expected 2 minggu, close date moves kecuali Anda dapat compress other activities.
Disciplined timeline adjustment keep forecasts realistic. Wishful thinking yang slipped milestones tidak akan affect close dates damage credibility.
Risk Escalation
Ketika risks move dari potential ke actual, escalate appropriately: engage executives, involve champions, allocate additional resources, consider creative solutions.
Jangan biarkan pride prevent escalation. Deal get saved ketika problems surfaced dan addressed, bukan ketika hidden sampai too late.
Close Plan Templates and Tools
Standardisasi close planning dengan templates dan tools yang ensure consistency:
Close plan template: Standard document structure covering semua components discussed di atas. New close plan start dengan template daripada blank page.
Milestone framework: Pre-defined milestone categories dan typical activities. Customize berdasarkan deal specifics tetapi start dengan proven framework.
Risk checklist: Common risks untuk consider untuk different deal types. Ensure Anda tidak overlook predictable risks.
Stakeholder matrix: Template untuk dokumentasikan stakeholder information secara systematic.
Timeline template: Visual timeline showing milestone sequencing dan dependencies.
CRM-integrated close planning tools enable tracking dalam existing workflows: close plan milestones visible dalam opportunity records, automated reminders untuk upcoming milestones, dashboard views dari at-risk deals, historical analysis dari actual-versus-planned timeline data.
Conclusion
Close plan development transform enterprise deal execution dari hopeful pursuit menjadi actual process. Tanpa close plan, sales team react ke events, discover obstacles late, miss forecasts constantly, dan struggle untuk explain mengapa deals slip. Dengan close plan, teams manage toward milestones, identify risks early, forecast accurately, dan execute efficiently.
Discipline dari close planning force teams untuk confront reality. Do we really know approval process? Have we engaged all stakeholder? Apa risks yang exist? Apa yang realistic untuk timeline? Confrontation dengan reality ini uncomfortable tetapi necessary. Better untuk discover gaps dalam week one ketika Anda dapat address them daripada dalam week twelve ketika deal's supposed untuk close.
Make close planning mandatory untuk enterprise deals di atas defined thresholds. Train teams pada close plan development. Review close plan quality dalam deal reviews. Track connection antara close plan discipline dan forecast accuracy. Gunakan actual-versus-planned data untuk improve timeline estimates over time.
Best sales organizations treat close planning sebagai core skill, bukan administrative work. Mereka tahu bahwa visibility, alignment, dan risk management dari disciplined close planning drive revenue predictability dan deal velocity. Close plan tidak guarantee deals close on schedule, tetapi mereka massively increase odds.
Learn More
- Mutual Action Plans - Build collaborative plans that drive buyer accountability and commitment
- Closing Readiness Assessment - Qualify deal readiness before investing in close planning
- Complex Deal Strategy - Navigate complex enterprise deals with strategic planning
- Internal Approvals - Understand seller-side approval processes that impact close plans
- Closing Strategy Overview - Master the strategic framework for deal closure

Tara Minh
Operation Enthusiast
On this page
- What Is a Close Plan
- When to Create Close Plans
- Complex Enterprise Deals
- Multi-Stakeholder Decisions
- Extended Sales Cycles
- Competitive Evaluations
- Quarter-End or Strategic Deals
- Close Plan Components
- Current Deal Status and Gaps
- Remaining Stakeholders to Engage
- Outstanding Questions and Objections
- Required Documentation and Deliverables
- Approval Workflow and Timeline
- Risks and Mitigation Strategies
- Success Criteria and Target Close Date
- Close Plan Development Process
- Collaborative Planning with Buyer
- Internal Team Alignment
- Milestone and Deadline Setting
- Resource Allocation
- Contingency Planning
- Milestone Definition and Tracking
- Discovery Milestones
- Validation Milestones
- Approval Milestones
- Legal and Procurement Milestones
- Signature Milestone
- Stakeholder Assignment
- Risk Identification and Mitigation
- Common Close Plan Risks
- Risk Mitigation Strategies
- Close Plan Communication
- Internal Communication
- Customer Communication
- Executive Communication
- Close Plan Monitoring and Adjustment
- Weekly Close Plan Reviews
- Milestone Completion Tracking
- Timeline Adjustments
- Risk Escalation
- Close Plan Templates and Tools
- Conclusion
- Learn More